Jumat, 01 April 2016 - 08:25:59 WIB
Modernisasi Pertanian Tidak Menghilangkan Nilai Sosial Masyarakat
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 946 kali

Pemalang – Pernyataan ini diungkapkan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat menemui buruh panen di Desa Temuireng Kec Petarukan Kabupaten Pemalang, Kamis (31/3). Mentan menegaskan keberadaan teknologi ini tidak akan merusak nilai sosial seperti gotong royong yang telah dilakukan masyarakat saat panen gabah.
“Buruh panen tetap berfungsi seperti biasanya hanya diperlengkapi dengan teknologi, sehingga pendapatannya meningkat tiga kali lipat,” ujar Mentan.
Pada lokasi tersebut, Mentan mendapati petani masih menggunakan mesin perontok padi dengan kemungkinan kehilangan hasil gabah. Oleh karena itu, Mentan memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa combine harvester. Alat ini mampu memangkas waktu kerja petani secara signifikan.
“Satu orang buruh panen bisa menghasilkan pendapatan sekitar Rp 150.000 – 200.000 per hari. Sehingga dalam sebulan pendapatannya rata-rata mencapai 4 – 5 juta rupiah,” jelas Mentan.
Mentan juga menegaskan bahwa Kementerian Pertanian bekerja sama dengan seluruh pihak untuk mengamankan petani. Salah satunya dengan menaikkan harga gabah di tingkat petani, minimal Rp 3.400/kg. Harga ini dapat berbeda-beda di setiap wilayah tergantung kondisi lapangan. Hal ini sesuai instruksi Presiden RI untuk turun ke lapangan melihat petani dan meningkatkan kesehjateraannya.
“Yang terpenting, jangan merubah struktur sosial yang ada. Supaya tidak terjadi gesekan antara nilai sosial dan dukungan teknologi,” ungkap Mentan.
Setelah berbincang dan berfoto bersama dengan petani, Mentan melanjutkan rangkaian kegiatan panen dan serap gabah di lokasi yang sama. Selain di Kabupaten Pemalang, Mentan juga meninjau panen dan penyerapan gabah di Desa Kedungkelor Kecamatan Wadurejo Kabupaten Tegal serta di Desa Kidang Wetan, Kecamatan Batang Kabupaten Batang.




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)