Senin, 16 Oktober 2017 - 11:27:08 WIB
Situasi Pertanaman Bawang Merah
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Artikel/Teknologi - Dibaca: 1049 kali

Bawang merah merupakan jenis tanaman hortikultura musiman yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Pada saat musim panen yang dilakukan secara bersamaan di beberapa daerah sering membuat harga bawang merah anjlok. Oleh karena itu perlu menanam bawang merah di luar masa tanam pada umumnya, agar tidak terjadi penumpukan bawang merah di pasaran. Apalagi daya tahan komoditas ini relatif singkat sehingga bila terjadi penumpukan akan terjadi pembusukan. Hal tersebut tentu akan merugikan petani yang membudidayakan tanaman ini. Untuk melakukan hal tersebut tentu dibutuhkan peran pemerintah dalam mengedukasi para petani yang menanam bawang merah.

Sentra bawang merah di Indonesia terdapat di 6 provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Perkembangan bawang merah di Indonesia yang meliputi luas tanam, luas panen, produksi dan harga di paparkan sebagai berikut.
Perkembangan luas tanam komoditas bawang merah di Indonesia pada bulan Januari – Juli 2017 mencapai 89,34 ribu hektar atau 89,70% dari target luas tanam sebesar 99,60 ribu hektar. Provinsi yang telah mencapai target tanam sampai dengan Juli 2017 yaitu Provinsi Sulawesi Selatan dan Sumatera Barat. Secara umum, realisasi tanam bawang merah di bulan Januari – Juli 2017 di 6 provinsi sentra mencapai 82,57 ribu hektar atau 92,36% dari total luas tambah tanam bawang merah Indonesia. Realisasi tanam bawang merah di Indonesia bulan Januari – Juli 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mengalami kenaikan 2,28%, dengan realisasi tanam sebesar 89,34 ribu hektar dibandingkan tahun 2016 sebesar 87,36 ribu hektar. Begitu juga perbandingan realisasi tanam periode Januari – Juli 2017 di 6 provinsi sentra naik 2,05% atau mencapai luas 82,57 ribu hektar dari tahun 2016 yang sebesar 80,91 ribu hektar dengan kenaikan terbesar terjadi di provinsi Sumatera Barat (naik 43,09%) dan Jawa Tengah (naik 9,29%). Sedangkan provinsi non sentra umumnya mengalami kenaikan luas tanam dibandingkan tahun 2016.

Realisasi luas panen bawang merah di Indonesia pada bulan Januari – Juli 2017 sebesar 84,89 ribu hektar atau lebih rendah 2,64% dari tahun sebelumnya yang mencapai 87,19 ribu hektar. Demikian halnya dengan realisasi panen bawang merah bulan Januari – Juli 2017 di 6 provinsi sentra. Pada tahun 2017, luas panen bawang merah sebesar 79,08 ribu hektar atau turun 2,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 81,41 ribu hektar. Realisasi panen di Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat dan Jawa Tengah meningkat lebih dari 100% dari tahun sebelumnya. Sementara 3 provinsi sentra lainnya tidak mengalami peningkatan.  Bila di lihat luas panen bawang merah tahun 2017 terhadap tahun 2016 terjadi  kenaikan di bulan Januari sebesar 18,92%, bulan Maret naik 14,25% dan pada bulan April naik sebesar 11,90%. 

Realisasi produksi bawang merah kumulatif Januari – Juli 2017 mencapai 7,59 juta kuintal dalam bentuk umbi kering panen dengan daun. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2016, maka produksi Januari – Juli tahun 2017 lebih tinggi 7,25% atau tahun 2016 sebesar 7,08 juta kuintal . Peningkatan produksi bawang merah hingga bulan Juli 2017 di provinsi sentra meningkat di Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah  dan Jawa Barat dengan peningkatan masing-masing sebesar 64,51%, 32,32, 10,81% dan 1,09% di bandingkan tahun lalu. Sementara  untuk provinsi non sentra, peningkatan produksi terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Utara dari produksi 10 kuintal tahun 2016 menjadi 95 kuintal tahun 2017 (naik 850%). Provinsi lainnya yang berkontribusi cukup besar terjadi di Bali, Sumatera Utara dan Jambi, masing –masing sebesar 108,75 ribu kuintal, 99,40 ribu kuintal dan 49,47 ribu kuintal. Peningkatan produksi tahun 2017 lebih besar terjadi pada bulan Januari, Maret dan April masing –masing naik sebesar 1,13%, 7,44% dan 14,71%. Prognosa produksi bawang merah di Indonesia bulan Januari – Desember 2017 diperkirakan mencapai 13,06 juta kuintal umbi panen kering dengan daun. Produksi Agustus – September 2017 diprediksi akan mencapai 2,30 juta kuintal, sementara peramalan produksi bawang merah bulan Oktober – Desember 2017 diperkirakan mencapai 3,16 juta kuintal.

Realisasi produksi bawang merah kumulatif Januari – Juli 2017 mencapai 7,59 juta kuintal dalam bentuk umbi kering panen dengan daun. Jika dibandingkan dengan produksi tahun 2016, maka produksi Januari – Juli tahun 2017 lebih tinggi 7,25% atau tahun 2016 sebesar 7,08 juta kuintal . Peningkatan produksi bawang merah hingga bulan Juli 2017 di provinsi sentra meningkat di Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah  dan Jawa Barat dengan peningkatan masing-masing sebesar 64,51%, 32,32, 10,81% dan 1,09% di bandingkan tahun lalu. Sementara  untuk provinsi non sentra, peningkatan produksi terbesar terjadi di Provinsi Kalimantan Utara dari produksi 10 kuintal tahun 2016 menjadi 95 kuintal tahun 2017 (naik 850%). Provinsi lainnya yang berkontribusi cukup besar terjadi di Bali, Sumatera Utara dan Jambi, masing –masing sebesar 108,75 ribu kuintal, 99,40 ribu kuintal dan 49,47 ribu kuintal. Peningkatan produksi tahun 2017 lebih besar terjadi pada bulan Januari, Maret dan April masing –masing naik sebesar 1,13%, 7,44% dan 14,71%. Prognosa produksi bawang merah di Indonesia bulan Januari – Desember 2017 diperkirakan mencapai 13,06 juta kuintal umbi panen kering dengan daun. Produksi Agustus – September 2017 diprediksi akan mencapai 2,30 juta kuintal, sementara peramalan produksi bawang merah bulan Oktober – Desember 2017 diperkirakan mencapai 3,16 juta kuintal.

Perkembangan harga bawang merah biasanya berhubungan dengan banyaknya pasokan dan adanya lonjakan kebutuhan yang biasanya di terjadi saat hari-hari besar seperti Idul Fitri. Tahun 2017 harga bawang merah hingga bulan Juli masih mengalami lonjokan harga hingga Rp. 36.000,-/kg, walaupun Idul Fitri telah berlalu. Bulan Agustus hingga September 2017 harga berangsur-angsur turun hingga harga 27.000,-/kg. Tahun 2016 harga, bawang merah lebih tinggi dengan kisaran antara 30.900,-/kg hingga Rp. 43.547,-/kg. Produksi bawang merah tahun 2016 lebih tinggi dari pada produksi di tahun 2017 yaitu 14,47 juta kuintal atau lebih tinggi 1,41 juta kuintal dari tahun2017. (Retno Suryani)




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)