Senin, 16 Oktober 2017 - 11:38:11 WIB
Penyajian Data dengan Pendekatan Analisis Data Multidimensi
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita Utama - Dibaca: 5416 kali

Rabu (16/8), Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Sosialisasi Aplikasi Spatial Online Analytical Processing (SOLAP) di Pusdatin. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Pusdatin pada pukul 08 – 12.00 WIB dan dihadiri oleh Dr.Suwandi, M.Si (Kepala Pusdatin) dan para Kepala Bidang dan Sub Bidang di lingkup Pusdatin serta para fungsional statistisi dan pranata komputer.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Dr. Suwandi yang menyampaikan bahwa Pusdatin menyambut baik setiap terobosan terkait aplikasi penyajian data yang menunjang kerja Pusdatin untuk pelayanan dan publikasi data. Setelah Kepala Pusdatin membuka dan memberikan arahan, kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi SOLAP oleh tim dari IPB yang terdiri dari: Imas Sukaesih Sitanggang, Muhamad Syukur, Asep Rahmat Ginanjar, dan Husnul Khotimah. Untuk selanjutnya materi sosialisasi disampaikan oleh Imas Sukaesih Sitanggang.

Imas Sukaesih Sitanggang mengawali pemaparannya dengan menyampaikan latar belakang dari pengembangan aplikasi yang dibuat oleh timnya dengan mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia telah menghimpun data komoditas hasil dari subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan dari seluruh wilayah Indonesia. Data tersebut kemudian tersaji dalam situs Kementan yang dapat diakses berdasarkan nilai ukuran terpilih berdasarkan identitas data, satuan dan periode tahun tertentu. Namun pengguna belum dapat menampilkan informasi yang lebih besar atau lebih kecil karena data setiap indikator tersebut tidak saling terintegrasi. Pengguna dapat menerapkan praproses data manual untuk integrasi an hal tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama. Integrasi data hasil komoditas pertanian dapat dilakukan dengan menggabungkannya ke dalam data warehouse seperti yang sedang dikembangkan oleh tim IPB. “saat ini tim kami sudah membuatkan “rumah” (warehouse) untuk menampung data-data pertanian, sehingga perlu kerjasama dengan Pusdatin untuk mengisi “rumah” tersebut”, ucap Imas yang merupakan ketua dari tim SOLAP IPB tersebut.
Data warehouse dirancang menggunakan skema bintang dengan satu tabel fakta dan empat tabel dimensi yaitu dimensi komoditas, dimensi status angka, dimensi lokasi dan dimensi waktu.

SOLAP memiliki keunggulan menampilkan data dalam tiga feature, yaitu: tabel, grafik, dan peta. Untuk mengeluarkan tampilan-tampilan yang ada dalam SOLAP menggunakan operasi-operasi seperti:  Roll-up, Drill-down, Slice dan dice, dan Pivot. Fungsi-fungsi ini pada setiap kubus data serta dapat memilih data untuk dimensi dan measure sehingga menampilkan data komoditas pertanian dalam bentuk crosstab dan grafik. Pada location intelligence diujikan beberapa fungsi seperti menampilkan visualisasi peta dalam bentuk poligon atau titik, menampilkan peta sesuai indikator yang dipilih, dan melakukan filter data pada peta.Sebagai 

Implementasi tabel crosstab dan grafik yang dihasilkan dari hasil pengaturan SOLAP Navigator. Dalam tabel crosstab, semua ukuran dipilih sebagai kolom tabel, yaitu produksi, luas panen, dan produktivitas. Sedangkan dimensi lokasi dipilih sebagai baris tabel. Dalam tabel tersebut dapat dilakukan operasi SOLAP seperti drill-down dan roll-up




0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)